Riska Octaviya Dwi Payanti

Sabtu, 09 Juni 2012 | 0 comments

"Taukah kamu mengapa Tuhan menciptakan langit dan laut? Semata agar kita tahu, dalam perbedaan, ada batas yang membuat mereka tampak indah di pandang"

"aku melihat lagi langit di atas laut. kenangan bersamamu masuk ke ingatan ku. Laut dan mimpi mimpi kita. Apa kabar hidup mu?"

"kita memang berbeda. aku tau, sama tau nya seperti dirimu. warna yang mengalir di nadimu tak sewarna dengan warhna yang mengalir di nadi ku, Namun, bukan kah kita tak bisa memilih dengan warna apa kita lahir? Kita lahir, lalu menemukan tawa bersama. menyatukan cerita bersama. menjumpai banyak mimpi mimpi"

"mengapa kini kamu lari menjauh dari ku?"

"lalu, apa kabarmu? mengangakah masih luka yg dulu? atau, kini sudah terpilihkan bagi mu akhir yg bahagia? maafkan aku, karn tak bisa selalu menjadi laut yang tetap menyimpan rahasiamu."

-Rumah di Seribu Ombak